Saturday, 28 July 2012

Cerita lucu adik sepupu (Daulat Moses Namanya)

Kali ini mau ngepost soal adik sepupu ku.
Namanya si daulat (lucu ya namanya). umurnya itu baru 1 tahun 5 bulan.
biar pun masih kecil dan belum begitu jelas ngomong nya, tapi dia uda ngerti tuh yang namanya uang dan pergi jajan. biar pun di kasih Rp 100 tetap aja di terimanya, namanya nya juga dia belum ngerti nilainya. pokoknya yang dia tau itu uang. dia selalu bilang "ma,uang ma".
kalau dilihat langusung, wajah nya itu lucu deh.
jadi ada kejadian lucu waktu aku berkunjung ke rumah daulat, bisa di bilang berkunjung lah. padahal rumah kami dekat 5 langkah dari rumah.
Kejadian nya uda berlangsung seminggu yang lalu, karena baru hari ini ada waktu luang, jadi ceritanya di post hari ini. kejadian nya juga  berhubungan dengan uang tadi.

Awal kisah nya begini.
jadi kemarin aku liat si daulat di kasih uang sama mama nya. uang logam warna kuning, aku gak jelas liat itu uang berapa. di pikiran ku uang itu harganya Rp 500.
aku langsung aja ngajak si daulat jajan. 
"jajan yuk daulat, kita beli permen" kata ku.
dia langsung mau aja.

tanpa ragu dan peuh keyakinan yang sangat besaar kami berdua pergi dengan girang ke warung.
sesampainya di warung.
aku tanya sama si daulat dia mau beli apa. Mau ditanya atau pun nggak pasti si daulat itu maunya permen. permen yang paling dia suka itu permen kaki. paling kalau ngajak daulat itu jajan gak perlu mikir lama buat beliin dia apa, dia suka nya kalau gak permen, coklat.

padahal gigi si daulat belum tumbuh semuanya, kalau keseringan makan coklat sama permen bisa-bisa habis tuh gigi.
selain dia suka jajan si daulat juga suka nyanyi, dia itu pintar banget nyanyi cicak-cicak didinding.
kalau di suruh nyanyi lagu itu pasti dari awal ampe lagu terakhirnya  yang dinyanyin daulat cicak-cicak, cicak-cicak.
keren kan (apanya coba yang keren).

kembali ke cerita semula.
permen tadi uda ada di tangan apalagi kalau gak permen kaki 2 buah.
"daulat kasih uang nya, dek" kata ku pada daulat.
pas si daulat ngasih uangnya ke penjual nya.
aku terkejut, uang nya itu uang seharga Rp 100 yang logam warna kuning. kenapa pas mama nya daulat kasih uang itu aku gak liat uang nya itu uang 100. aku kira uang nya itu 500, kan hampir sama sih uang 100 logam kuning itu sama uang logam kuning 500.
seharusnya aku uda tau kalau uang yang selalu di kasih sama daulat itu 100 paling kalau gak 100, 500 ataupun 1000. kasihan banget si daulat :( . di kasih kayak gitu karena percuma di kasih banyak-banyak takut nya ilang.

Seharusnya aku juga harus bawa uang dan ini malah gak bawa apa-apa. Uang sepeser pun gak ada.
dengan sedikit malu ditambah ketawa terbahak-bahak aku megembalikan 2 buah permen itu ke tempat asalnya.
dan bilang ke ibu jualan "maaf ya bu, gak jadi. uang nya 100." ibu hanya tertawa.
dari warung sampai rumah, aku terus aja tertawa. 
tertawa dan tertawa, malu banget. daulat juga sampai heran ngeliat aku ketawa mulu. kalau diingat memang kejadian itu lucu banget dengan polosnya si daulat ngasih uang 100 ke ibu itu.
aku cerita ke mama nya si daulat dan teman-teman ku mereka juga tertawa.


ini ada foto si daulat :) 




Lagi liat apa si daulat?


pipis nii daulat, tapi tetap eksis fotonya. hahaa :D


tunggu cerita lucu lainnya dari daulat :)






1 comment:

Pendakian Pertama

Yaps, bulan Mei tahun lalu tahun 2017 di salah satu sudut ruangan kantor, kalau gak salah ingat, hihi kami bertujuh sedang membicaraka...