Saturday, 10 September 2011

last gift part 7



 nii kelanjutan ceritanya...
"tristan tahu ya lisa"..
"mungkin aja, ke rumah nya yuk."
"ya sudah tunggu disini aku mau ambil kunci mobil dulu." Pergi meninggalkan aku di situ sendiri.


"maaf lama nunggu." riski datang dengan kunci di tangan kanannya.
"sebelumnya aku minta maaf ya uda nudu kamu."
"tidak apa-apa, lisa. Aku paham. Aku tahu perasaan mu yang kacau itu. Sebelum kita tahu siapa yang ngirim itu, aku ga akan biarin kamu takut, aku akan selalu ada buat kamu."
Mendengar kata-kata riski itu membuat hati ku terasa sedikit tenang. Saat bersama riski aku serasa berada di dekat nina.
"kenapa mau ngejagain aku"
"aku udah janji sama nina, lisa."
Aku kirain dia mau ngebantuin emang ada rasa sama ku, eh GR aku. Cuma buat nepati janji sama nina aja. Kecewa Berat!!

"oh, begitu ya."
"biar ga bosan, kita dengar lagu ya,"
"terserah kamu aja, ris"
"uda lama kenal sama tristan,?" Tanya riski seperti penasaran.
"uda dari sd. Memang kenapa?"
ngapain sih dia nanya-nanya, orang ga penting kayak tristan. Males bahas!!
"akrab ya sama dia" tanya nya lagi.
"ga tahu lah, malas bahas dia." Aku mulai bosan dengan topik pembicaraan kami ini. Riski juga melajukan mobilnya lama sekali. Mungkin dia mau berlama-lamaan sama ku. Eh kumat GR nya. Apa sih aku ini, Riski kan saudara kembar sahabat ku. " oh iya, kemaren-kemaren kamu kok tahu aku sama tristan di rumah ku, dan datang lagi. Ngefans ya." Aku geli dengan pertanyaan ku tadi.

Riski menertawakan pertanyaan ku tadi "is, gimana sih kan aku saudara kembar nya nina."
“pasti aku tahu dari nina lah”
"maaf lupa. Namanya juga aku sering lupa"
Didalam mobil kami asyik bercerita hingga kami tiba di depan rumah Tristan.

**********

"tristan-tristan...." Teriak ku dari pagar rumah nya.
"uhs, pelan-pelan aja malu tahu di lihati tetangga." bisik riski pada ku.
"kan tetangga tristan tetangga aku juga. Lupa ya amnesia." Kata  ku pada riski.
"terserah..."

"apaan sih lisa. Teriak-teriak di rumah orang. Ini bukan hutan tahu." tristan nyerocos setelah ke luar dari rumah nya itu.
"dari tadi di panggilin ga keluar-keluar."
"ada pa, ganggu aja pun.."
"kasih masuk dulu lah," riki menyambung.
" masuk lah. kalau mau di luar ya di luar aja," Tristan kumat gilanya. Marah kali di ganggu, ga minta ijin datang. memangnya kalau ganggu orang mesti ijin, hehhee.

aku langsung menuju topik, tanpa berbasa-basi "mau tanya sebelum nina kecelakaan kamu sempat lihat dia kan di sekitar rumah kita"
"iya, kenapa?"
"bisa, ceritaain sama kita" Riski menyambung.
"gini, kemaren itu, aku lihat nina habis keluar dari toko di depan sana,sebelum terjadi kecelakaan. Aku tumben aja kenapa si nina keliaran malam-malam di sini. aku kira dia baru pulang dari rumah kamu lisa, makanya aku tanya dia ada nggak ketemu sama kamu." Tristan menjelaskan.
"Tapi biasanya kalau nina mau dating kerumah ku pasti dia kasih tahu aku dulu. Aku nggak ada jumpa sama dia. Kalau pun ada pasti ibu ngasih tahu kalau nina emang datang waktu aku tidur,"

"kita harus nyelidiki siapa pengirim paket-paket itu ke kamu lisa." Riski memberi semangat pada ku, aku senang kalau dia sudah berbicara seakan-akan dia itu nina. Aduh, gimana nih kalau aku terus dekat dengan riski berarti aku ga bisa melupakan nina. Gawat.
"ya udah, besok kan minggu, kita selidiki aja", kata ku pada mereka.
uda hampir setengah bulan tidak ada paket yang datang.

***********

"malam ini, dingin sekali. memejam kan mata susah bener. akh dengerin radio aja lah." ini....ini kan lagu yang aku dengar di mobil riski. Jadi ingat riski lagi nii. Kira-kira lagi apa ya dia. Aku terus memikirkannya hingga terlelap tidur dan berharap memimpikannya.

Belum sempat membuka mata, terdengar sesorang mengetuk pintu kamar.
"sayang, bangun ada teman kamu di bawah  tuh" kata ibu di balik pintu. "apa? iya bu tunggu bentar". Pasti itu riski sama tristan , aduh gimana nii masih bau lagi. mandi dulu akh.
Maaf ya kalau kalian berdua nunggu lama.

Selesai mandi aku langsung menghampirin mereka di ruang tamu.
"o kalian, pagi bener datangnya. uda kangen ya sama aku. Maaf sebelumnya kalau udah lama nunggu" aku datang dari belakang tepatnya dari kamar ku. "is, nii anak Gr nya besar bener" Cerocos tristan.
Nii anak pagi-pagi udah cari berantam aja. "lama ya lisa" Cerocos riski lagi "lama tahu nunggu nya"..
"maaf deh. mau minum apa? tanya ku pada mereka berdua.
"ga usah repot-repot lisa, langsung ke topik aja" Kata riski tiba-tiba. Bagus deh kalau gitu, ga habis air di rumah ku.

"kita, tunggu samapi sore disini dan kita lihat siapa yang ngirim" Kata riski pada ku.
"terserah, aja. Yang capek kan kalian bukan aku." Kata ku pada nya.
"biar lebih abdol kita tutup aja pintunya, biar ga curiga, kan bisanya paket dikirim waktu pintu rumah ditutup. Kita kan bisa lihat dari kaca jendela" kata tristan. Tumben banget nii anak kumat pintar nya.


Bersambung....

No comments:

Post a Comment

Pendakian Pertama

Yaps, bulan Mei tahun lalu tahun 2017 di salah satu sudut ruangan kantor, kalau gak salah ingat, hihi kami bertujuh sedang membicaraka...