Saturday, 10 September 2011

My Best Friend My Life Giver Part 5

ini kelanjutan ceritanya..

Saat aku berlari, terdengar seseorang memanggilku."sunny.....sunny tunggu aku" Kudengar langkah kaki mendekat ke arah ku. Riska meninggalkan sepeda motornya dirumah felix, dia menyuruh kakak nya untuk mengambil itu nanti sore.
 "maafkan aku sunny." kata riska."aku,ga berniat menyembunyikan apapun dari mu."
"aku tahu, kamu ga salah riska, yang salah itu felix. Jadi biarkan aku sendiri dulu." aku meninggalkan riska dan terus berlari entah kemana.

Sesampainya di rumah.
"ibu, aku pulang." sapa ku pada ibu yang sedang duduk di ruang tengah."ada yang ingin aku tanyakan sama ibu."
"mau nanya apa sayang. Kenapa kamu, baru menangis" ibu heran,. "kenapa ibu, ga pernah cerita kalau ginjal yang ku miliki sekarang ini, itu ginjal nya felix, bahkan waktu aku tanya ibu soal felix ibu pura-pura ga tahu. Kenapa bu?" tanpaku sadari aku meneteskan air mata di depan ibu. Aku meninggalkan nya disana. kulihat wajah ibu tampak terkejut dengan apa yang ku katakan tadi. Ku tutup pintu kamar ku dan berbaring di tempat tidur empuk ku itu.

Semua orang jahat menyembunyikan itu dari aku. Tiba-tiba handphone ku berdering. dilayar terlihat nomor baru memanggil, mungkin itu felix. Aku biarkan terus berdering. tak lama kemudian sms masuk. kulihat itu sms dari felix. Aku juga mengabaikan nya dan segera menghapus pesan itu tanpa sempat membacanya.


*********

Matahari pagi merasuk melalui cela gorden kamar.
Sesorang terdengar memangil dari balik pintu "sunny, sarapan." suara ibu .
"iya, bu." sahut ku dari dalam.
rasanya Aku tidak sanggup berjalan. kakiku tiba-tiba terasa berat melangkahkan kaki. Dengan sekuat tenaga  aku membuka pintu kamar. kepalaku sedikit pusing. Mungkin akibat efek menangis semalam. Tak terasa tiba-tiba tubuh ku terjatuh ke lantai, dan penglihatan ku mulai sedikit kabur. Dan akhirnya aku pingsan.

"sayang..." Samar-samar kudengar suara ibu.
"ibu,,,,aku kenapa." Tanya ku pada ibu. Aku berada di tempat tidur empuk ku. ku lihat jam di kamar ku sudah pukul 9 pagi. Aku sudah terlambat ke sekolah. aku segera beranjak tapi kepala ku ini teras berat. "pusing" kata ku pada ibu. "sayang, tadi kamu pingsan. Ibu juga uda memberitahu ke sekolah kalau kamu sakit. Maafkan ibu soal semalam." ibu membelai halus rambut ku. "bukan salah ibu." Kata ku lagi. Aku lupa dari rumah Felix semalam sampai pagi ini aku belum memakan apa pun. "kalau kamu uda sehatan ibu bakalan cerita kan semuanya." ibu pergi meninggalkan ku di kamar. "ibu, ambilkan sarapan mu dulu".
"makasih bu." sahut ku.

Sepanjang hari aku hanya berada di tempat tidur, seperti saat aku sakit dulu. saat aku merasa sedikit sehat aku menuju ruang tengah. "ibu, bisa jelaskan sekarang" tanya ku pada ibu yang sedang menonton tv. "ibu tahu, kamu sunny pasti sedih, tapi itu benar ginjal di tubuh mu itu adalah ginjal felix. Saat kamu kritis saat itu dokter bilang kamu kehilangan kedua ginjal mu, jadi dibutuhkan satu ginjal dari pendonor. Ternyata ginjal felix cocok dengan ginjal mu, Jadi dia mendonorkan satu ginjal  nya untuk mu." Kata ibu menjelaskan.
"setelah itu, kemana dia pergi" Tanya ku pada ibu.
"katanya, dia ada keperluan untuk 6 bulan ini dan tidak bisa menemui mu, lisa?"
"ibu,aku udah salah sangka sama dia."
"lisa, kamu kan uda dewasa ayo minta maaf padanya. Ibu sangat bahagia masih bisa melihat mu dan berada di sisi ibu. Itu semua berkat Felix" Ibu memeluk ku dengan erat.
Felix benar-benar sahabat ku yang paling aku sayangi. aku berniat meminta maaf padanya besok.
***********
Keesokan harinya,,
"sunny...riska ada di depan tuh." kata ibu dari balik pintu kamar.
"tunggu sebentar bu." sahut ku.

aku menghampiri riska yang sedang menunggu ku di ruang tamu "riska, maaf ya soal kemarin, aku uda tahu semua nya."
"minta maaf bukan sama ku sunny, tapi sama Felix." katanya lagi pada ku.
"riska mau kah kamu menemani ku ke rumahnya." Tanya ku padnya.
"baiklah."
"tunggu sebentar ya.". "ibu, aku pergi sebentar ya."
"memang sunny uda sehatan." Tanya ibu.
"sudah kok. "
"pamit ya tante." Kata riska pada ibu.

Riska langsung melajukan sepeda motornya itu dengan cepat. Sesampainya di rumah Felix aku heran kenapa rumah itu begitu ramai. Aku kira ada pesta di rumah Felix. Kami coba memberanikan diri bertanya pada seseorang wanita di situ. Betapa Terkejutnya aku dan riska mendengar kabar itu. Aku mulai meneteskan air mata ku, Aku menyesali ini semua.

"riska, sudah terlambat," Ku teteskan air mata ku lagi.
"sunny,....tenanglah," kata riska sambil memeluk ku erat.

Bersambung....

No comments:

Post a Comment

Pendakian Pertama

Yaps, bulan Mei tahun lalu tahun 2017 di salah satu sudut ruangan kantor, kalau gak salah ingat, hihi kami bertujuh sedang membicaraka...