Friday, 2 August 2013

dijalani setengah hati, maka hasil yang di dapat juga hanya setengahnya.

Bicara soal kegagalan semua orang pernah mengalami nya dalam hidup ini. Terkadang kegagalan menghampiri kehidupan kita, untuk mengajarkan artinya sebuah kesabaran Namun apa sebenarnya terjadi sehingga begitu banyak orang yang mengalami kegagalan ini?

sesungguhnya perbedaan utama orang yang benar-benar sukses dan gagal adalah sikap mereka mengahadapi kegagalannya. yang perlu dirubah sebenarnya adalah sikap kita dalam mengahadapi kegagalan itu?

disini aku mau cerita sedikit pengalaman ku terhadap kegagalan. Aku baru aja tamat sekolah menengah atas, dan ingin melanjut ke perguruan tinggi. Berbagai tes masuk perguruan telah saya coba baik perguran tinggi negeri dan kedinasaan, kira-kira sudah 6 tes yang aku ikutin dan 3 diantara nya gagal dan 1 hasilnya hanya setengah -___-

Saat aku mencoba tes masuk ATKP Medan (akademi teknik dan keselamatan penerbangan) aku lolos tahap 1 yaitu tahap ujian akademik. dua hari setelah pengumuman itu adalah tes tahap kedua. Awalnya aku ragu untuk melanjutkan tes ini karena aku sedikit tidak berminat untuk masuk kesini karena ini bukan yang aku inginkan. Aku tahu memang kadang kala apa yang kita ingin kan tidak dapat membuat kita bahagia.

Akhirnya setelah berpikir keras aku setuju untuk melanjut ke tahap dua ini. aku memutuskan untuk ikut tes tahap 2 ini di pagi hari dimana tes dilaksanakan. Tanpa persiapan yg cukup matang  tahap demi tahap aku lalui dengan baik. Yang terpenting bukan lulus atau tidaknya yang terpenting aku sudah berusaha sebisa mungkin untuk menjalani nya sebaik mungkin.

Namun ada suatu kesalahan yang aku lakukan, setiap orangtua ku bertanya "lulus nya ATKP itu nanti"
aku selalu menjawab "akh, kalo pun lulus aku gak mau disana" aku selalu berkata seperti itu.
aku selalu berkata tidak mau masuk sana walaupun lulus nanti, ternyata kenyatannya aku tidak lulus. hehe :)

Padahal aku sudah berpikir positif untuk lulus, tapi mungkin karena aku selalu berkata seperti yg tadi itu aku bener-bener gak dibuat lulus kesana, berarti omongan adalah doa. karena aku berkata begitu jadi tuhan bilang "yaudah kamu gk aku lulusin kalo gitu"

disini aku belajar untuk bersikap "sepenuh hati" dan beraktifitas dengan prinsip positif, berusaha sepenuh hati bukan setengah hati, karena usaha yang dilakukan ataupun dijalani setengah hati, maka hasil yang didapat juga hanya setengah.  

maka atas kejadian itu aku tersadar dan mencoba untuk melakukan sesuatu itu tidak setengah-setengah tapi dengan sepenuh hati supaya hasil yang didapat juga sepenuhnya.

Aku juga tidak bangga atas kegagalan ini, tapi aku bangga ketika aku bangkit kembali ketika aku jatuh. Aku bangkit untuk mencoba berbagai tes lagi. Mungkin jalan ku menuju sukses bukan disana tapi aku telah menentukan jalan ku menuju sukses adalah melalui STAN.  Kalau jalan satu ditutup masih ada banyak jalan yang dibuka kan untuk ku hanya saja aku perlu berusaha lebih keras lagi. jangan fokus terhadap kegagalan karena kita akan gagal lagi tapi fokuslah pada kejayaan, maka kita akan berjaya.

Jadi buat teman-teman yang menbaca blog ku ini dan pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya marilah kita bangkit karena diujung jalan sana ada orang yang menunggu mu.

Banyak orang sukses yang ada diluar sana pada kenyataannya telah banyak mengadapi kegagalan sebelum sukses. Meskipun kita gagal ditahap1 , tahap 2, tahap 3.......kita tidak boleh berhenti kita harus terus mencobanya. karena sukses itu 99%. kegagalan sama halnya seperti Thomas Alva Edison kalau dia berhenti pada percobaannya pertama apakah kita akan dapat menggunakan bola lampu?
Sebenarnya yang membedakan kita dengan orang-orang hebat itu hanyalah kemauan. Mereka mau bekerja keras, sabar, dan bangkit dari kegagalan.


Setiap hari kita harus yakin akan kemampuan diri kita, dan katakan bahwa anda bisa melakuakn sesutu hal yang sangat baik dan luar biasa. 


Selamat membaca dan selamat termotivasi ^_^

No comments:

Post a Comment

Daehan, Minguk, Manse, Who are they?

Daehan, Minguk, Manse, Who are they?  Hai, Apa kabar kalian? Ku harap kalian baik-baik saja. Sudah lama sekali rasanya aku tidak ...