Thursday, 6 October 2011

A Last Gift Part 9

Aduh aku kok jadi gini, apa aku suka sama riski ya. Akh tapi itu ngga boleh..
"pokoknya ngga boleh..." Spontan aku berteriak mengejut kan riski yang duduk disamping ku.
"ada apa, malam-malam kok teriak. Ini kan bukan hutan."
"yang bilang hutan siapa coba" Ketus ku.
"mama sama papa mu kok lama ya"
"mungkin ntar lagi pulang, kalau kamu udah ngga betah pulang aja riski. Aku berani kok disini sendirian"
"jadi ceritanya kamu ngusir aku ya.."
"oh ngga...ngga" kata ku
aku sih pengen kamu ngga pulang-pulang disini aja sama aku riski.

Beberapa jam berlalu jam sudah menunjuk kan pukul setengah sebelas. aku mendengar suara mobil mendekat ke arah rumah ku. Mungkin itu ayah dan ibu.
Aku memandangi wajah riski yang saat itu sedang terlelap. "riski...riski,,,bangun ibu sama ayah ku sudah pulang" Kata ku pada riski.
"iya," sahut nya.

"tante, om riski pulang dulu ya." pamit riski pada  ayah dan ibu.
"makasih ya, sudah ngejagain lisa seharian" kata ibu.
"sama-sama tante. Pulang ya lisa...

***********
Jam beker disamping tempat tidur ku berdering. "aduh, masih ngantuk...". Ku coba meraih jam tersebut, jam sudah menunjuk pukul lima pagi... "wah, gawat pr aku kan belum siap semua. Gara-gara semalam nii."
aku bergegas mandi dan berganti pakaian. Sehabis mandi aku langsung menuju dapur.
"pagi ayah, pagi bu.." sapa ku pada kedua orang tua ku.
"tumben anak ayah berangkat pagi sekali." Kata ayah pada ku.
"pasti blom siap pr kan" Ibu menyambung,
"ngga akh, lagi pengen datang cepat." Kata ku mengelak perkataan ibu.
Tebakan ibu benar.
"ya sudah nanti berangkat sama ayah aja." ayah menawarkan ku.
"baik yah.."
"ya sudah di makan sarapan nya" kata ibu.

*********
Sesampainya di sekolah.
Aku langsung tertuju kepada bangku. Kulihat riski duduk disana. Tumben dia datang cepat pikir ku.
"pagi lisa.." Sapa riski saat aku mulai mendekati nya.
"pagi juga, tumben kamu datang nya cepat. Ada apa? Blom siap pr kan?" Tanya ku.
"kok kamu tahu."
"pasti gara-gara semalam kan ris?" Tanya ku lagi.
"iya" Sahut nya. "Tristan mana?"
"oh iya, tristan kok aku baru ingat ya." Jawab ku.
"Memangnya kamu tadi berangkat sama siapa?"
"ayah.." Sebentar ya aku mau telpon tristan dulu, mau kasih tahu dia kalau aku udah nyampai di sekolah."
aku menjauh dari riski dan meraih hp dari kantong ku.
Kutekan nomor tristan. Berulang-ulang aku telpon tapi berkali-kali tidak aktif.

"ga aktif nii nomor tristan," Kata ku mendekat pada riski.
"sini aku telpon lagi." riski meraih hp dari tangan ku.
"aku, heran sejak kemarin tristan kok ga ngasih kabar ya. Biasanya dia ga kayak gini. Biasanya kan dia ngabarin" Kata ku pada riski. Aku khawatir sama tristan secara kan dia teman aku.
"pulang sekolah kan bisa kerumah nya. kan dekat, ntar aku temani deh, lis."
"oh iya kemarin ga kena marah mama mu ris"
"nggak."

Siang itu pelajaran usai.
"tristan kok ga sekolah ya ris" Kata ku pada riski.
"nggak tahu, nggak terlalu penting buat aku." riski memberesknan tas nya dan meninggalkan aku.
"eh, riski. Katanya kamu mau temani aku ke rumah tristan?" kata ku.
"ya sudah, cepat lah."
"sabar dong" teriak ku.
"cerewet"
"sibuk"
"makan dulu ya lis," Kata riski pada ku." aku teraktir deh"
"terserah kamu aja deh" Kata ku.

No comments:

Post a Comment

Pendakian Pertama

Yaps, bulan Mei tahun lalu tahun 2017 di salah satu sudut ruangan kantor, kalau gak salah ingat, hihi kami bertujuh sedang membicaraka...