Saturday, 19 November 2011

My Best Friend My Life Giver Part 9

Kelanjutan cerita nya...

Malam itu hatiku bimbang.
Kuputuskan malam itu, aku akan membuka kotak pemberian Felix. Ku ambil kotak itu dari lemari buku ku. Perlahan aku membuka kotak itu.
Hati ku berdebar melihat semua itu. Aku terkejut sekali. Hingga aku menjatuhkan kotak itu. Membuat ibu berlari ke kamar ku.
"sayang,ada apa" tanya ibu dari balik pintu.
"nggak ada apa-apa kok. Cuma buku yang jatuh."
"ohhh" Aku mendengar langkah kaki ibu yang menjauh.

ihhh, aneh banget aku. Cuma-cuma gara-gara ngeliat foto aja sampai terkejut gini. Kotak itu berisi foto-foto ku saat bersama felix dulu. Dia benar-benar masih menyimpannya.
aku mengambil satu per satu foto dalam kotak itu, sambil memperhatikan dan mengingat nya kembali. Saat foto terakhir, aku melihat sepucuk surat dan tape recorder.

Aku membuka surat itu dan mulai membacanya. Suasana malam itu di kamar itu terasa hangat sangat hangat. Aku merasa Felix menemani ku malam itu.

"Hai sunny yang cantik. Apa kabar? :-)
Sunny, Maafin aku ya. Mungkin saat kamu membaca surat ini aku sudah tidak ada disisi mu lagi. Tapi aku akan selalu ada di hatimu. Aku udah nggak  bisa menemani mu lagi seperti dulu.

oh iya sunny  saat kamu butuh aku, aku tidak ada. Maaf ya. Banyak hal yang sudah aku sembunyiin dari kamu, terutama penyakit yang aku derita. Aku belum bisa menjadi sahabat yang kamu inginkan. Sunny kamu tahu nggak selama ini aku selalu memikirkan mu loh. Apa kamu mau maafin aku?.aku nggak mau membuatmu sedih lagi. Aku nggak mau ngelukai hatimu untuk sekian kali. Tapi kamu akan tahu alasan aku ngelakuiin ini setelah aku pergi nanti. Aku memang bukan sahabat terbaik mu, tapi yang perlu kamu tahu aku sangat menyayangi mu. kamu jangan sedih ya, karena aku akan selalu menemani mu dan menghiburmu. hidup ku bagian dari hidup mu. 
SUNNY AND FELIX BEST FRIEND FOREVER.

ini ada lagu aku nyanyikan buat kamu,  di dengar ya. 
Aku ciptain khusus buat kamu, walau nggak bagus-bagus amat"

Perlahan-lahan aku meneteskan air mata ku untuk sekian kalinya. Aku melanjuti membaca surat itu.

"sunny, mungkin kita nggak bisa bersama lagi selamanya. tapi sunny, kamu tahu nggak apa perbedaan jembatan dengan hati aku. Pasti nggak tahu kan.
aku kasih tahu ya. Kalau jembatan menghubungkan sungai, kalau hati aku menghubungkan hatiku dengan hati mu. hahahhaa :D

jangan nangis lagi. Senyum dong :) "


Aku mengambil dan  menekan tombol merah di tape itu, dan mulai mendengar kan lagu yang di persembahkan Felix buat ku.
Diakhir lagu, Felix mengatakan sesuatu
Jangan nangis-nagis lagi ya karena aku. Kalau kamu sedih aku juga sedih. aku sayang kamu sunny. jalani lah hidup mu seperti biasa dengan canda dan tawa walupun tanpa ku.BEST FRIEND FOREVER. "

"Felix, lagu ini benar-benar bagus, Kamu nggak perlu minta maaf karena kamu nggak salah. Yang seharusnya minta maaf itu aku. Kamu tetap lucu kayak dulu. Aku janji nggak akan sedih lagi, dan bersemangat kayak dulu.  seperti sunny yang kamu minta"


"Felix kamu udah menjadi sahabat terbaikku."
Berkali-kali aku mendengar suara Felix menyayikan lagu ciptaan nya itu untuk ku. Hingga membuat ku terlelap dalam tidur ku. Kini Hati ku terasa bebas tidak terbeban apapun.

***********


Setahun setelah kepergian Felix....


Terik matahari yang menyengat menembus gorden kamar ku membuat ku harus membuka kedua mata ku. Terbangun dari tidur ku yang lelap itu. hingga membuat ku bersemangat untuk melakukan aktivitas kembali. Tidak ada kesedihan yang meliputi ku lagi. Kini aku bersemangat menjalani hidup ku.
Karena aku sudah berjanji pada seseorang. Janji harus di tepati.
berangkat ke sekolah seperti biasanya dan bertemu dengan teman-teman yang sama setiap hari.
"pokoknya aku harus semangat, hidupku bagian dari hidup felix" aku berdiri di depan kaca.
"aku harus menjaga tubuh ini"
"sunny, semangat"

Di sekolah.....

"hari ini cerah ya." kata ku pada riska.
"apanya yang cerah, ini kan mendung. kayaknya juga ntar hujan. Saraf yah sun" riska memegang dahi  ku.
aku hanya tertawa melihat tingkahnya itu.
"maksud ku hari ini hatiku cerah." aku tertawa.
"tadikan nggak ada hatinya. Gimana sih kamu."

kami berdua tertawa bersama.






No comments:

Post a Comment

Pendakian Pertama

Yaps, bulan Mei tahun lalu tahun 2017 di salah satu sudut ruangan kantor, kalau gak salah ingat, hihi kami bertujuh sedang membicaraka...