Sunday, 25 March 2018

kayangan #4



Seminggu setelah pengumuman penempatan, satu persatu dari kelima penghuni kayangan langit ketujuh mulai meninggalkan kayangan. Suasana mulai terasa sepi hingga hanya aku dan lili yang tersisa.  Seminggu sebelumnya suasana masih ramai dan barang-barang  serta kardus-kardus mereka memenuhi ruang tengah. Berisi segala perkakas mereka yang akan di kirimkan.
Pada akhirnya sebulan kemudian lili juga meninggalkan ku dan kayangan. Hanya aku yang tetap berada di kayangan ini hingga penghuni baru mulai memasuki nya. Meski sudah diisi dengan penghuni baru suasananya tetap saja berbeda, tetap terasa sepi dibandingkan dulu yang pagi, siang dan malam terasa rame.
Kenapa tempat ini kami sebut kayangan? Berawal dari tatap kalau kata raisa, kalau ini berawal dari rene yang suka sekali kepoin dan ngeliatin akun nya mimi peri. Hampir setiap hari sejak dia menemukan akun itu, dia membahasnya dan tertawa saat melihatnya. Hingga iya meyebutkan tempat ini adalah kayangan dan memanggilin kami dengan peri. Dia menyatakan bahwa dirinya adalah anak nya mimi peri yang terhilang yang turun kebumi untuk mencari kitab suci. Hahaha. Memang agak geksrek dikit otak anak ini, agak aneh. Haha becanda ya ren. Sejak itulah tempat tinggal alias kosan kami ini disebut kayangan langit ketujuh.
Waktu terasa berlalu begitu cepat, baru, perasaan baru kemaren tahun 2017 sekarang sudah tahun 2018. Inilah saat untuk kita menapaki jalan masing-masing yang telah dibentangkan dihadapan kita. Kau harus pindah ke kantor yang baru, sementara aku tetap di ibukota tercinta kita.
                Kota dimana kita dipertemukan, kota dimana kita merasakan kemacetan, kota dimana kita memulai pertualangan kita yang sesungguhnya. Hiruk pikuk saat pagi dan malam selalu mewarnai hari-hari kita dikayangan ini. Ada yang sarapan, main hp, nunggu grab, berdandan, bercanda diruang tengah, masak, dan bercerita selalu menjadi rutinitas kita. Saat ini, suara-suara itu tidak tedengar lagi, hanya kesunyian malam yang terasa.
                Kita dipertemukan pada suatu titik dan kemudian terpisah pada titik yang lain. Percaya bahwa ini terjadi atas kehendakNya. Jangan lupa dengan kebersamaan ini, senang rasanya bisa semakin mengenal kalian, belajar banyak dari kalian, menjadi tempat berbagi keluh kesah bersama kalian, terima kasih sudah menjadi bagian warna lainnya dalam hidup ku, dan semoga kami, kita menjadi bagian warna lainnya dihati kalian semua.
                Ku berharap kalian sukses dikantor yang baru, menikmati setiap pekerjaan yang diberikan, begitu juga dengan ku. Merajut mimpi dan harapan indah kalian dikota ataupun kantor kalian yang baru nanti. Doaku selalu yang terbaik untuk kalian. Mari selalu bersyukur untuk setiap hal yang terjadi dalam hidup kita. Kiranya berkat dan kebahagiaan selalu dilimpahkan kepada kita, dan setiap orang yang mengasihi kita. Semoga di dekatkan dengan pasangan hidup kalian disana atau mungkin pasangan hidup ku,haha. Ku tunggu kabar nyaa ya, jangan lupa kirimkan tiket pesawat.
                Jika kalian kengen suasana disini jangan lupa mampir yaa, main lain ke kayangan ini. Sampai ketemu dilain kesempatan misal kalau ada diklat, training, dan lanjutkan sekolah disini yaa.
                Banyak kesalahan tindakan, perilaku maupun perkataan yang mungkin melukai hati kita masing-masing, mohon maaf. Aku yakin mungkin diantara kita tidak bermaksud menyaki hati siapa pun, itu adalah cara kita untuk saling mengasihi satu dengan yang lain.

No comments:

Post a Comment

Review ala-ala Drama Voice Season 2

Credit google image Kali ini cerita-saya, kembali lagi dengan review ala-alanya. Setelah mereview salah satu film korea yang keren bgt...