Tuesday, 16 August 2011

My Best Friend My Life Giver part 2



Sepulang sekolah aku dan Riska Langsung menuju kerumah ku.
"wah, sudah lama ya aku tidak berkunjung" Sahut riska.
"benarkah itu" jawab ku meledek. Padahal tujuh bulan yang lalu dia baru saja mengunjungi ku bersama Felix. Walaupun itu memang cukup lama.
"Bu, aku pulang!" kata ku dari teras depan. "siang,tante" Sapa riska.
"bu, aku ke kamar dulu ya sama riska" kata ku meninggalkan ibu yang sedang menyiapkan makan siang.

Di kamarku...
"riska, maksud mu tadi disekolah apa?" tanya ku pada riska yang sedang duduk di meja belajarku. "aku,sih tidak tahu pasti, mungkin saja dia sudah dapat melihat lagi." sahut riska enteng. "apa katamu. Itu tidak mungkin" Kata ku terkejut. "siapa bilang itu tidak mungkin. Itu mungkin saja." Sahut riska lagi. "lagian, mau dia sudah dapat melihat lagi itu juga bukan urusan ku" Kata ku pada riska.
" Apa maksudmu sunny, dia itu kan......." kata-kata riska terpotong oleh ku.
" Sudah tidak lagi" kata ku."aku membenci nya kini.
"kenapa" Tanya riska
" Ada sesuatu hal yang membuatku membencinya" Kata ku lagi.
"apa mungkin karena dia tidak memberitahu mu tentang kabarnya saat itu." Sahut riska lagi.
"Bukan hanya itu.."

Perbincangan kami terus berlanjut hingga jam menunjukkan pukul lima sore.
"sunny uda sore nii. Aku pulang ya besok kita lanjuti ceritanya". Riska beranjak dari bangkunya.
"ya sudah" Sahut ku.
aku mengantarkan riska sampai ruang tamu.
"tante, Riska pulang dulu ya tante" Sapa riska kepada ibu yang sedang membaca majalah di ruang tamu.
"hati-hati ya" kata ibu pada riska.
"makasih ya tante, dah sunny sampai jumpa besok." Katanya padaku.
" bye" sahut ku.

Setelah riska pulang. Aku terus saja memikirkan pembicaraan kami tadi. " Apa iya, Felix kini sudah dapat melihat, Gimana kabarnya sekarang ya" Pikirku dalam hati. Aku terus memikirkan nya. Sampai-sampai aku terkejut saat ibu sudah berada disamping ku. "sayang, kamu kenapa?" tanya ibu mengejutkan ku. "akh, tidak apa-apa bu. Oh iya bu, ibu masih ingat ga sama Felix?" Tanya ku pada ibu. "Felix ya. Oh ibu ingat. emangnya kenapa?" Tanya ibu. "Katanya dia sudah bisa melihat bu, kira-kira itu benar tidak bu." Kata ku pada ibu.
"beberapa hari yang lalu, Ibu sempat melihatnya di mol." Jawab ibu.
"benarkah!!!! Tanya ku terkejut. "sepertinya tidak begitu." Kata ibu. "mengapa kamu menanyakannya, tapi katamu kamu tidak ingin membicarakannya."
"memang sih, tapi aku tiba-tiba saja teringat dengannya. Aku merasa dia selalu ada disini bu." Kata ku pada ibu yang tampak terkejut dengan perkataan ku tadi.
" Sebentar lagi kamu juga akan tahu sendiri jawabannya" Kata ibu sambil berjalan meninggalkan ku. Aku tidak mengerti sama sekali dengan perkataan ibu tadi. "apa maksud ibu ya" pikirku dalam hati.

Aku terus memikirkannya hingga aku terlelap dalam tidur. Hingga saat aku terbangun hari sudah pagi. "sunny, bangun sayang." Kata ibu dari luar kamar. "iya bu." sahut ku lagi.

Aku sudah selesai berpakaian dan aku bergegas menuju dapur. "pagi ayah, pagi bu" Sapa ku pada ayah dan ibu yang sudah menyantap sarapannya duluan. Selesai sarapan aku dan ayah berangkat ke sekolah. "bu, aku pergi ya" Kata ku pada ibu. "hati-hati" Jawab ibu.

Sepanjang perjalanan aku memperhatikan jalanan melalui kaca mobil ku. Tiba-tiba saja aku melihat seseorang yang tidak asing bagi ku. "itu....itu...." Kata ku dalam hati



Siapakah yang di lihat oleh Sunny..

Bersambung....

No comments:

Post a Comment

Review ala-ala Drama Voice Season 2

Credit google image Kali ini cerita-saya, kembali lagi dengan review ala-alanya. Setelah mereview salah satu film korea yang keren bgt...