Friday, 12 August 2011

A Last Gift part 2

Aku membenci semua ini, ini membuatku gila"  Pikirku lagi."aku tidak tahu maksudnya ini". setelah berpikir keras aku kelelahan dan aku terlelap dalam tidur ku..

Keesokan harinya tiba...
Ini hari pertama ku masuk sekolah setelah dua bulan libur..
" ayah, bu aku berangkat sekolah dulu ya" pamitku sambil mencium tangan mereka. "hati-hati ya sayang" kata ibu. "iya bu" jawab ku lagi.

Saat aku berjalan di gg rumah ku, Tristan datang untuk mejemputku dengan sepeda motornya seperti biasa. Tristan itu tetangga ku sejak kecil, kami bersekolah di sekolah yang sama dan satu kelas pula. Setiap pagi kami memang selalu berangkat sama. "lisa, kenapa kamu?" Tanyanya padaku."tumben ga bersemangat, kamu sakit ya" katanya lagi. "aku tidak apa-apa" jawabku. "ayolah cerita sama ku, ada apa. Apa kamu memikirkan n"ina lagi?kata nya lagi padaku. "tidak, aku kan uda bilang aku itu tidak apa-apa" jawab ku kesal padanya. Sepanjang perjalanan menuju sekolah dia terus mananyai ku. Aku menjawab dengan kata-kata yang sama. "ya sudahlah kalau kamu tidak mau bercerita tidak apa-apa" kata nya lagi pada ku.

setibanya di sekolah..........
"makasih ya, tan. aku kekelas duluan" kata ku. "ya sudah, nanti kita pulang bareng?" tanya nya. "ga usah, aku pulang sendiri saja nanti." kata ku padanya sambil meninggalkannya di parkiran sekolah.

belum sempat aku memasuki kelas....
"lisa, aku turut sedih atas meninggalnya nina sahabatmu itu" kata seseorang teman ku. "makasih ya"kata ku.. Aku masuk ke kelas dan duduk di bangku ku. Kini tiada lagi yang duduk di bangku ku itu. Kini semua itu hanya sebuah kenangan semata.

Aku mencoba mengingat hal-hal yang ku lalui bersama nina, hingga bel masuk berbunyi. Tiba-tiba guru masuk dan membawa seorang murid pria. "sepertinya dia murid baru" Pikirku dalam hati.

"anak-anak kita ada teman baru, ayo perkenalkan nama kamu" Kata bu siska guru biologi kami."teman-teman sekalian, perkenalkan aku riski". "anak-anak, ini riski baru saja pindah dari luar negeri, ya sudah kamu duduk di sana disamping lisa."kata bu siska menunjuk bangku kosong di samping ku.

"tapi bu..."kata-kata ku terpotong saat riski sudah duduk di samping ku."tapi apa lisa" tanya bu siska."ga jadi bu." kata ku pada bu siska. "ya sudah, kita lanjutin pelajarannya, sudah sampai dimana anak-anak?." tanya bu siska.. "sekarang bab 3 bu" kata seorang teman ku.

Mata pelajaran biologi pun berakhir. Bel istirahat berbunyi. Sepanjang pelajaran biologi tadi aku tidak berbicara sepatah kata pun padanya. "hay,kamu lisa ya, aku riski." kata riski padaku . "iya." kataku. "aku tahu kamu sedang memikirkan sesorang" katanya lagi pada ku. "so tahu kamu" kataku tertawa.

Bel masuk berbunyi. Proses belajar di sekolah lisa berlangsung hingga pulang sekolah.

Aku kembali kerumah..
"ibu,aku pulang" kataku pada ibu sambil menuju dapur. "oh, lisa uda pulang, gimana sekolah nya." tanya ibu yang sedang memasak di dapur. "seperti biasa bu." kataku. "tadi ada yang mengirimkan paket padamu" kata ibu. "mana paketnya bu."tanya ku lagi. "itu dikamar mu ibu letakkan, tapi ibu heran kenapa semua paket yang kamu terima tidak pernah tertera nama pengirimnyanya. ya?" Jawab ibu.
"bukan ibu saja yang heran, aku juga bu. aku ke kamar ku dulu ya bu." kataku pergi meninggalkan ibu di dapur menuju kamar.

"siapa sih yang tega mengirim paket kosong seperti ini padaku?" tanya ku dalam hati lagi."aku harus selidiki ini". Aku berbaring di tempat tidur ku, hingga ku tertidur dan bermimpi.

"lisa, kamu harus jaga dirimu baik-baik."
"apa maksud mu?aku tidak mengerti" kataku pada seseorang yang wajah nya samar-samar ku lihat.
"kamu bakalan ngerti kok"

aku terbangun dari tidurku. Rasanya dadaku sesak sekali. "apa sebenarnya arti mimpi itu, apakah ada hubungan nya dengan paket-paket ini"pikirku.
Tiba-tiba hp ku berdering..
"halo lisa,ini aku tristan" kata tristan di balik telepon.
"ada apa tan?kalau mau kesini ya udah datang aja kutunggu pun." kata ku..
"ya udah, aku kesana ya. bye".

"ini waktu yang tepat untuk memberitahu tristan, mungkin dia bisa membantuku" pekik ku dalam hati.
sambil menunggu tristan di teras depan aku memakan makan siang ku yang sempat tertunda karena ku tertidur tadi."woi,lisa..!" teriak tristan dari pagar rumah ku."masuk.."kata ku."wah, kamu baru makan siang ya, ini sih namanya bukan makan siang lagi tapi makan sore...heeeee" kata tristan meledek."ada apa tumben mau kesini" tanya ku."jadi ga boleh nii, ya uda aku pulang"."bercanda kok aku, aku juga mau menceritakan sesuatu padamu." bujuk ku pada tristan.

Belum sempat menyampaikan cerita tadi. Tiba-tiba riski muncul di pagar ku.
"dari mana dia tahu rumah ku?" pikirku..."gerangan apa yang membuatnya kesini?

Siapakah sebenarnya riski?
Apakah kelanjutan kisahnya?

Bersambung...

No comments:

Post a Comment

Daehan, Minguk, Manse, Who are they?

Daehan, Minguk, Manse, Who are they?  Hai, Apa kabar kalian? Ku harap kalian baik-baik saja. Sudah lama sekali rasanya aku tidak ...