Thursday, 18 August 2011

My Best Friend My Life Giver part 3



Ini kelanjutan nya...
"itu....itu...." Kata ku dalam hati. "Felix........" Kata kuat hingga mengejutkan ayah yang sedang menyetir. "ada apa,sunny, siapa felix" Tanya ayah pada ku khawatir. "tidak siapa-siapa kok yah" kataku. Sepanjang perjalanan ke sekolah aku terus saja memikirkan orang yang ku lihat tadi.

"yah, aku masuk ya, dah ayah" Kata ku pada ayah.
Sesampainya di kelas aku langsung mendekati riska. "riska, tadi pas di lampu merah, aku melihat felix" kata ku padanya. Riska tampak sedikit terkejut " apa? Dimana kamu melihatnya" Tanya nya penasaran padaku. "di persimpangan tiga dekat sekolah" Kata ku padanya. "ngapain di disana!"
"mana ku tahu, mungkin rumahnya sudah pindah, pulang sekolah nanti kita kesana yuk." Tanya ku pada riska yang sedang membuka buku untuk mengerjakan PRnya. "ya sudah, pulang sekolah nanti kita kesana".

bel tanda masuk berbunyi. Les pertama hari ini pelajaran kimia. "aduh, benci kali pun, ntah apa kimia." Kata riska yang tampak cemberu. "is, ga boleh gitu" Bisikku padanya. "memang sih, membosankan juga, ya apa boleh buat. Belajar ini lah,,,belajar itulah, satu pun nggak ada yang ku mengerti" Pikir ku dalam hati. "riska, ntar kapan-kapan kita naek eskalator naik untuk turun yuk.". Bisikku padanya. "apa? aneh-aneh ajalah."katanya heran pada ku. Sepanjang pelajaran berlangsung aku dan riska terus saja berbincang-bincang pastinya dengan suara yang agak di lemahkan sedikit. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, Pelajaran kimia sudah usai.
"akhirnya..." kataku pada riska sambil menghela nafas.  "tiga jam belajar membuat otak ku terasa mau pecah" katanya sambil tertawa.
                  ******
Sepulang sekolah aku dan riska memulai pencarian terhadap Felix. Sebelumnya kami mampir ke kantin sekolah untuk makan siang.
"riska, apa kita perlu ke sekolah felix?"mungkin saja dia masih bersekolah disana" Tanya ku padanya. "iya juga sih, tapi terus nanti nanya sama siapa.?" Tanyanya lagi pada ku. "gimana sih kamu, kan teman-teman mu banyak yang sekolah disana" Kata ku pada riska. "oh,iya ya. Aku lupa. Maklum" Sahutnya bercanda.
"aku menelpon teman ku, dina dulu ya, menanyakan kabar nya felix" Katanya padaku sambil menelpon dina temannya yang bersekolah sama dengan Felix.
"hallo, ini aku riska, dina"
"apa kabar kamu" kata dina disebrang sana. Riska meloundspeker kan teleponnya.
"aku baik ko" sahut riska lagi.
"ada apa tumben nelpon" Tanya dina"lagi dimana"
"aku di kantin sekolah nii, aku mau tanya, kamu kenal felix ga"
"Felix ya, kenal teman sekelas ku dulu"
"dia masih sekolah disitu ga dina?" Tanya Riska
"ga lagi,dia uda pindah sejak kejadian yang menimpanya beberapa bulan yang lalu, katanya sih dia uda bisa ngeliat. Ada apa emang nya dengan dia"
"tidak ada apa-apa ko, Makasih ya infonya. bye" Sahut riska.
"iya.sama-sama, bye" sahut nya.

aku sudah mendengar pembicaraan riska dan dina temannya itu. Memang benar dia sudah tidak bersekolah disana lagi. Harapan ku satu-satunya mengunjungi tempat itu setiap hari menunggu keajaiban untuk berjumpa dangan felix lagi.
 "ris,berangkat sekarang yok" Tanya ku pada riska yang sedang menyedu minuman yang di pesannya tadi. "yakin" tanyanya ragu padaku. " uda ayok" kataku sedikit memaksanya.
hari ini riska membawa sepeda motornya, jadi aku bisa mengirit ongkos kesana. "kira-kira kita jumpa ga ya sama dia" Tanya ku ragu pada riska. "kita lihat nanti aja" Sahutnya.

setiba di tkp......
"dimana kamu melihatnya sunny" tanya riska pada ku.
"disana." kataku sembari menunjukan sebuah grosis di samping sebuah gang.
"apa yang akan kita lakukan, mungkin saja dia kebetulan lewat sini. Mungkin rumahnya ga disini kali" kata riska.
"ayo kita ke grosis itu." Ajak ku padnya.
Hari itu begitu terik membuat riska enggan untuk berjalan. "terik sekali" katanya.
"ayolah." bujuk ku. “keretanya disini aja. Nggak bakalan hilang tuh.”

"permisi pak? Sapa ku saat sampai di grosir itu.
"ada apa" kata seseorang bapak mungkin pemilik grosir ini.
"saya mau tanya pak.Apa tadi pagi ada seseorang pemuda dengan ciri seperti foto ini datang kesini" Tanya ku sembari menunjukkan foto felix.
"pemuda ini ya. ooohh ada" sahut nya.
"bapak tahu rumahnya"tanya riska tiba-tiba..
"iya,di seberang jalan itu. Rumah besar itu." Jawab bapak itu.
"makasih ya pak infonya" Sahut kami serentak.

"benarkah rumah besar ini rumah Felix. Mengapa dia tidak pernah memberitahu ku" Pikirku sejenak. Setelah melihat rumah besar yang ada dihadapan ku ini.
"besar sekali rumahnya" Sahut riska terkagum-kagum."apa kita akan masuk" Tanya riska.
"tidak, bukan ini waktu yang tepat. Sekarang kita pulang saja" Kata ku pada riska..

Apa kah kelanjutannya?




Bersambung

No comments:

Post a Comment

Review ala-ala Drama Voice Season 2

Credit google image Kali ini cerita-saya, kembali lagi dengan review ala-alanya. Setelah mereview salah satu film korea yang keren bgt...